Ukiran Altar Sembahyang di Rumah Gedongan

Akhir-akhir ini hobi saya semakin bertambah, salah satunya adalah menjadi tukang gali sejarah keluarga, istilah kerennya genealogy hobbyist. Untuk tulisan pertama saya tentang sejarah yang akan saya ungkap, masih banyak kekurangannya yang akan saya perbaiki dikemudian hari (kebelet pengen mosting dulu).

Ukiran ini terdapat di Rumah Engkong dari Pihak Papa yang ada di Jalan Pertempuran, Bangkalan – Madura, atau yang lebih dikenal dengan nama Gedongan. Tulisan yang terdapat pada ukiran tersebut adalah (baca dari kanan ke kiri): 天倫樂敘 (tiānlúnlèxù), yang kurang lebih artinya adalah: “Semua keturunan akan selalu berbahagia“.

1 TLLX

Konon, ukiran singa yang menghiasi pintu masuk altar ini didalam mulutnya terdapat sepasang klincingan, yang akan berbunyi jika doa yang dipanjatkan oleh pemanjat doa (emak engkong) akan dikabulkan.

2 IMG_0098

Ini adalah bagian atas dari ukiran didalam altar tersebut.

3 IMG_0084 4 IMG_0088

(Tampak ukiran dari samping)

5 IMG_0083

Wadjib-Latih Komando Militer (Trikora) tahun 1962 di Bangkalan

Sepeninggal 40 hari Mak Lin, adik dari Engkong dari pihak Papa yang tinggal serumah, kami menemukan sertifikat Wadjib-Latih (aka. Trikora pada tahun 1962). Saya yang tidak pernah tahu sama sekali bahwa ada beberapa keluarga (khususnya wanita) yang pernah ikut kegiatan militer di Indonesia, agak “kagok” ketika disuguhi sertifikat ini beserta daftar nilainya yang membuat saya menganga (agak terkesan dramatis ya?), yakni sempurna-nya nilai Granat Tangan yang diperoleh oleh Mak Lin.

Wadjib Latih Militer Mak Lin - Piagam

See? Pelajaran “Granat Tangan 36” dengan nilai 100 yang diperoleh. Wow!

Daftar Nilai Wadjib-Latih Liem Lien Nio